Kamis, 15 Mei 2025

#MataKeringJanganSepelein, Ada Insto Dry Eyes Siap Membantu!









Sejak covid melanda di Maret 2020, saya kembali memberanikan diri mengendarai motor sebagai alat transportasi. Saat itu ketakutan terbesar saya jika naik kendaraan umum adalah bertemu dan berinteraksi dengan orang lain, dan bisa tertular covid. Jadilah saya ke mana² mengendarai Migo (sepeda listrik sewaan). Setelah pede dengan Migo, saya kembali mencoba keberanian mengendarai motor. Maklum saja, sejak senggolan dengan sesama motor di1999, saya jadi trauma bawa motor. Namun karena covid, saya nekad kembali mengendarai motor. Modal kepepet jadi mau gak mau harus berani.


Lalu ketika anak² mulai masuk sekolah kembali di era pandemi, otomatis mereka berdua saya antar jemput, bahkan hingga kini. Tapi sejak kelas 11 Fadly akhirnya mendapatkan izin bawa motor ke sekolah, sehingga hanya Fara yang saya antar jemput sekolah. Dan mobilisasi saya ke manapun akhirnya lebih banyak menggunakan motor.


Naik motor enaknya jadi lebih cepat, bisa memilih jalan yang ini kita lalui dan memudahkan kita jika harus mendatangi banyak lokasi sekaligus. Minusnya adalah selain bikin kulit jadi gosong😁, saya jadi sering mengalami mata kering atau dry eyes.


Mata Kering? Jangan Disepelein!



Kamu pernah gak ngerasain mata kering, Sepet, Perih, Lelah, dan kayak ada pasir di dalamnya? Ini yang biasanya sayà alami ketika mengendarai motor. Mata kering, atau dalam istilah medisnya dry eye syndrome, bukan hanya masalah sepele. Banyak orang mengalaminya terutama di kota-kota besar yang udaranya cenderung kering dan polusi tinggi, kayak Jakarta.


Tapi, sebenarnya apa sih mata kering itu? Secara sederhana, mata kering terjadi karena air mata yang memproduksi kelembapan dan pelumasan mata nggak cukup. Air mata itu penting banget, lho, bukan hanya untuk buat bikin mata berkilau glowing. Air mata juga berfungsi melindungi mata dari infeksi dan menjaga permukaan mata tetap sehat. Kurangnya air mata bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

- Kurangnya produksi air mata: Ini bisa disebabkan oleh usia, kondisi medis tertentu, atau efek samping penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu lama. Seiring bertambahnya usia, kelenjar air mata kita memang cenderung memproduksi air mata lebih sedikit.

- Penguapan air mata yang berlebihan: Kondisi lingkungan yang kering, penggunaan AC terus-menerus, dan paparan angin saat mengendarai motor juga dapat mempercepat penguapan air mata. Terlalu sering menatap layar komputer atau gadget juga bisa jadi penyebabnya. Bayangkan kalau kita lagi asik main game atau scroll hape, seringnya kita hampir nggak berkedip saat fokus di layar, padahal berkedip itu penting untuk menyebarkan air mata secara merata di permukaan.

- Komposisi air mata yang tidak seimbang: Air mata terdiri dari air, minyak, dan lendir. Ketidakseimbangan komposisi ini bisa menyebabkan mata kering.



Dampak Mata Kering yang Nggak Boleh Disepelein




Mata kering yang dibiarkan berlarutan bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari yang ringan sampai yang cukup serius. Bayangkan, mata terus-menerus terasa tidak nyaman, Sepet, Perih, Lelah, dan gatal. Ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih untuk yang sering bekerja di depan komputer/laptop seharian, atau yang sering naik motor lama². Adapun dampaknya sebagai berikut:

- Mata merah dan iritasi: Ini adalah gejala yang paling umum. Mata akan terasa panas, gatal, dan perih yang amit².

- Penglihatan kabur: Karena permukaan mata kering, cahaya nggak bisa dipantulkan dengan baik ke retina, sehingga penglihatan menjadi kabur.

- Sensasi seperti ada pasir di mata: Ini disebabkan oleh kurangnya pelumasan pada permukaan mata.

- Mata terasa berat dan lelah: Kelelahan mata akibat mata kering bisa mengganggu kualitas tidur.

- Dalam kasus yang parah, bisa menyebabkan kerusakan kornea, yaitu lapisan transparan di bagian depan mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya. Kerusakan kornea bisa menyebabkan penglihatan menurun secara permanen.


Tips Mengatasi Mata Kering


Jangan khawatir, ada banyak cara untuk mengatasi mata kering. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:

- Atur kelembapan ruangan: Gunakan pelembap udara, terutama di ruangan ber-AC.

- Istirahatkan mata secara berkala: Jika kamu bekerja di depan komputer/laptop, istirahatkan mata setiap 20 menit dengan melihat objek yang jauh selama 20 detik (aturan 20-20-20).

- Berkedip sesering mungkin: Sadar atau tidak, kita sering lupa berkedip saat fokus pada sesuatu. Cobalah untuk berkedip secara sadar lebih sering.

- Kompres mata dengan air hangat: Ini bisa membantu meredakan iritasi dan perih pada mata.

- Lindungi mata dari debu dan angin: Pakai kacamata saat berada di lingkungan yang berdebu atau berangin.

- Konsumsi makanan sehat: Asupan nutrisi yang cukup penting untuk kesehatan mata. Konsumsi makanan kaya vitamin A, omega-3, dan antioksidan.

- Gunakan tetes mata Insto Dry Eyes. #InstoDryEyes bisa membantu melumasi mata dan meredakan gejala mata kering. Dengan kandungan hydroxypropyl methylcellulose Insto Dry Eyes mampu memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan kurangnya produksi air mata.




Mata kering memang mengganggu, jadi #MataKeringJanganSepelein ya! Dengan Insto Dry Eyes, saya bisa tenang kembali mengendarai motor tanpa khawatir mata Sepet, Perih dan Lelah lagi. Dengan menerapkan tips di atas dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan, semoga mata kita selalu sehat dan nyaman. Setuju kan….!





Minggu, 02 Maret 2025

Sirka, Solusi Hidup Normal Bagi Penderita Diabetes

 




Diabetes, atau kencing manis,  bukan cuma soal suka minum air putih terus-terusan atau selalu merasa lapar loh.  Ini tuh penyakit yang bikin kadar gula darah kita tinggi banget.  Kalau dianalogikan badan kita tuh kayak mobil yang bahan bakarnya kebanyakan gula, jadinya mesinnya nggak jalan lancar.  Gula darah tinggi ini bisa bikin banyak masalah di tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Serem kan?....

 

Gimana Diabetes Bisa Masuk Tubuh?

Perlu teman² ketahui kalau diabetes itu nggak menular kayak flu atau campak, kok.  Jadi, ketika berjumpa atau berdekatan dengan orang yang terkena diabetes, kita gak perlu khawatir tertular.  Penyebabnya lebih kompleks, biasanya karena tubuh kita kurang bisa memproses gula dengan baik.  Ada dua jenis  utama diabetes:

- Diabetes tipe 1:  Ini kayak tubuh kita "ngambek" dan nggak mau bikin insulin lagi. Insulin itu kayak kunci yang ngebantu gula masuk ke sel-sel tubuh kita.  Tipe ini biasanya muncul sejak muda.

- Diabetes tipe 2:  Ini lebih umum.  Tubuh kita masih bikin insulin, tapi sel-selnya jadi "bandel" dan nggak mau nerima insulin dengan baik.  Faktor gaya hidup, kayak makan nggak  sehat dan banyak mengandung gula serta kurang olahraga, jadi penyebab utamanya. 


Lalu siapa saja yang beresiko terkena diabetes? Siapa saja bisa kena diabetes. Tapi, ada beberapa orang yang punya risiko lebih tinggi, misalnya:

- Yang punya riwayat keluarga diabetes.  Kayak warisan keluarga, deh.

- Yang kelebihan berat badan atau obesitas.

- Yang jarang olahraga.

- Yang sering makan makanan manis dan berlemak.

- Yang sudah berusia lanjut.

 

Tetapi sebenarnya diabetes tipe 2 bisa dicegah kok!  Cukup dengan cara mengubah gaya hidup sehat seperti;

- Makan makanan sehat dan bergizi seimbang:  Kurangi makanan manis, berlemak, dan tinggi karbohidrat olahan.  Pilih makanan kaya serat, buah, dan sayur.

- Olahraga teratur:  Minimal 30 menit setiap hari.  Nggak perlu olahraga berat-berat, jalan kaki santai aja udah cukup.

- Jaga berat badan ideal:  Kalau kelebihan berat badan, usahakan untuk menurunkan berat badan secara bertahap.

- Periksa kesehatan secara rutin:  Cek gula darah secara berkala, terutama kalau kamu punya faktor risiko.


Lalu kalau sudah kena diabetes, bagaimana? Yuk cari solusinya!


Beberapa hari lalu saya mengunjungi Klinik Sirka atas rekomendasi seorang teman, yang berlokasi di BSD Tangerang, Banten. Sirka merupakan platform kesehatan digital yang berdiri sejak 2021 dibawah PT Sirka Integra Medika. Sirka berkomitmen untuk menjadi solusi holistik dalam mengatasi gangguan metabolik seperti obesitas, diabetes tipe 2, sindrom metabolik, serta penyakit kardiovaskular. Sirka juga fokus pada upaya pencegahan dan perawatan gangguan metabolik  serta penyakit kronis yang kini hadir secara offline, tidak hanya berbasis digital.


Di Sirka pasien mendapatkan berbagai kemudahan  layanan seperti konsultasi tatap muka, home care dan pendampingan melalui aplikasi digital yang memudahkan pemantauan kesehatan pasien secara lebih mudah dan terintegrasi. Program layanan yang ditawarkan sangat personalisasi dan menyeluruh, sehingga tidak hanya mengatasi obesitas semata saja tetapi juga menyeluruh ke kondisi kesehatan yang lebih kompleks. Seperti yang kita ketahui obesitas selalu berkaitan dengan diabetes, hipertensi, dan jantung. Untuk itu Klinik Sirka hadir dengan dokter specialist penyakit dalam, ahli gizi klinis, dokter specialist jantung, apoteker hingga sport coach.


Siang itu saya dijadwalkan berjumpa dengan dr. Febrina untuk melakukan test GCU dan konsultasi dengan sport coach Annisa Husniah. Setelah mengisi form  data diri, saya pun diantar ke lantai atas yang merupakan ruang assessment untuk cek tekanan darah dan test  Glucose, Cholesterol, Uric Acid (GCU) atau lebih sering dikenal dengan sebutan test gula darah, kolesterol dan asam urat. Ya, saya memang didiagnosa diabetes sejak 2021 lalu. Selain karena memang ada keturunan dari keluarga ibu, gaya hidup saya  yang minim olahraga tapi suka minum dan makan yang manis² membuat saya didiagnosa diabetes tipe 2 dan diharuskan mengkonsumsi obat sehari 3x.


Hasil test dan konsultasi 


Alhamdulillah nilai test untuk gula darah sewaktu dan kolesterol saya dalam kondisi normal, sementara asam urat agak sedikit diatas normal. Dr. Febrina pun bertanya lebih lanjut mengenai pola makan, istirahat dan pengobatan yang saya jalani. Beliau menjelaskan kalau di Klinik Sirka memang fokus pada obesitas dan penyakit yang menyertainya, seperti diabetes yang saya alami. Klinik Sirka menyediakan beberapa layanan salah satunya  yaitu Program Penurunan Berat Badan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dengan pendampingan lifestyle dan obat (Elite Series) serta program pendampingan gaya hidup oleh nutrisionis (Program Lifestyle). Sirka pun saat ini sudah memiliki Lab Test Panel lengkap serta terapi pengontrolan gula darah (terapi HbA1c), sehingga perawatan untuk pasien diabetes dan pradiabetes dapat dilakukan secara holistik.


Salah satu layanan di Klinik Sirka


Setelah konsultasi dengan dr. Febrina, saya pun bertemu dengan coach Annisa untuk membahas meal plan apa yang harus saya jalani dengan BB dan TB sekian agar BB saya ideal. Oiya saat booking online di Klinik Sirka, saya diminta mengisi kalkulator BMI (Body Mass Index) dan Kalkulator BMR (Basal Metabolic Rate). Keduanya untuk menghitung  berat badan (BB) yang ideal dan menghitung  jumlah kebutuhan kalori tubuh saya. Coach Annisa memberikan informasi mengenai apa saja yang bisa dan boleh saya konsumsi, sebaiknya kapan dikonsumsi dan takaran yang aman untuk saya konsumsi berapa saja. Coach Annisa juga menjelaskan bahwa diabetes ada hubungannya dengan berat badan berlebih.


Suka deh dengan penjelasannya Coach Annisa yang santai dan gak judgemental. Hahaha saya kapok soalnya ketemu sport coach yang malah ngatain BB saya dan gak terima masukan apapun. Coach Annisa justru asiik banget diajak diskusi soal meal plan. Beliau pun bersedia untuk dihubungi secara pribadi untuk tanya jawab dalam program yang kita ikuti. 


Sirka berfokus pada pendekatan yang terjangkau, nyaman dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Sirka juga berupaya untuk terus memperluas layanan sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. Dengan berbagai program layanan yang juga hadir melalui aplikasi Sirka, diharapkan pasien dapat memastikan keberhasilan perubahan gaya hidup menjadi lebih baik. Pssttt…. nutrisionis di Sirka siap memberikan dukungan 24/7 agar pasien selalu terjaga pola makan serta aktivitas fisiknya loh. Oiya kalau mau konsultasi, silakan booking online dulu ya lewat website Sirka nanti diarahkan ke WA deh. Mudahkan….


Dari hasil kunjungan ke Klinik Sirka kemarin, banyak banget hal yang harus saya ubah dan perbaiki, terutama berkaitan dengan meal plan. Baik dr.Febrina maupun Coach Annisa menyakinkan saya, bahwa saya masih bisa hidup sehat dan normal kok asalkan saya mau mengatur pola makan, olahraga teratur, monitoring gula darah, minum obat dan yang utama untuk selalu konsultasi dengan dokter, ahli gizi atau sport coach untuk memantau kondisi dan menyesuaikan pengobatan.  Sirka  jadi solusi saya untuk bisa hidup normal dengan diabetes.

 




 


Kamis, 13 Februari 2025

Perkenalan

Hai kenalin, aku Sally, istri dan ibu dari 2 orang anak. Aku lahir di Aceh dan tinggal lama di Jakarta. Aku suka membaca, nonton serial² pembunuhan dan misteri, memasak² (kadang²), mencoba berbagai hal baru, jalan² dan tentu saja jajan. 


Yuk jajal, jalan dan jajan bareng aku.....

Email : sallyfauzi23@gmail.com 


Salam,