Diabetes, atau kencing manis, bukan cuma soal suka minum air putih terus-terusan atau selalu merasa lapar loh. Ini tuh penyakit yang bikin kadar gula darah kita tinggi banget. Kalau dianalogikan badan kita tuh kayak mobil yang bahan bakarnya kebanyakan gula, jadinya mesinnya nggak jalan lancar. Gula darah tinggi ini bisa bikin banyak masalah di tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Serem kan?....
Gimana Diabetes Bisa Masuk Tubuh?
Perlu teman² ketahui kalau diabetes itu nggak menular kayak flu atau campak, kok. Jadi, ketika berjumpa atau berdekatan dengan orang yang terkena diabetes, kita gak perlu khawatir tertular. Penyebabnya lebih kompleks, biasanya karena tubuh kita kurang bisa memproses gula dengan baik. Ada dua jenis utama diabetes:
- Diabetes tipe 1: Ini kayak tubuh kita "ngambek" dan nggak mau bikin insulin lagi. Insulin itu kayak kunci yang ngebantu gula masuk ke sel-sel tubuh kita. Tipe ini biasanya muncul sejak muda.
- Diabetes tipe 2: Ini lebih umum. Tubuh kita masih bikin insulin, tapi sel-selnya jadi "bandel" dan nggak mau nerima insulin dengan baik. Faktor gaya hidup, kayak makan nggak sehat dan banyak mengandung gula serta kurang olahraga, jadi penyebab utamanya.
Lalu siapa saja yang beresiko terkena diabetes? Siapa saja bisa kena diabetes. Tapi, ada beberapa orang yang punya risiko lebih tinggi, misalnya:
- Yang punya riwayat keluarga diabetes. Kayak warisan keluarga, deh.
- Yang kelebihan berat badan atau obesitas.
- Yang jarang olahraga.
- Yang sering makan makanan manis dan berlemak.
- Yang sudah berusia lanjut.
Tetapi sebenarnya diabetes tipe 2 bisa dicegah kok! Cukup dengan cara mengubah gaya hidup sehat seperti;
- Makan makanan sehat dan bergizi seimbang: Kurangi makanan manis, berlemak, dan tinggi karbohidrat olahan. Pilih makanan kaya serat, buah, dan sayur.
- Olahraga teratur: Minimal 30 menit setiap hari. Nggak perlu olahraga berat-berat, jalan kaki santai aja udah cukup.
- Jaga berat badan ideal: Kalau kelebihan berat badan, usahakan untuk menurunkan berat badan secara bertahap.
- Periksa kesehatan secara rutin: Cek gula darah secara berkala, terutama kalau kamu punya faktor risiko.
Lalu kalau sudah kena diabetes, bagaimana? Yuk cari solusinya!
Beberapa hari lalu saya mengunjungi Klinik Sirka atas rekomendasi seorang teman, yang berlokasi di BSD Tangerang, Banten. Sirka merupakan platform kesehatan digital yang berdiri sejak 2021 dibawah PT Sirka Integra Medika. Sirka berkomitmen untuk menjadi solusi holistik dalam mengatasi gangguan metabolik seperti obesitas, diabetes tipe 2, sindrom metabolik, serta penyakit kardiovaskular. Sirka juga fokus pada upaya pencegahan dan perawatan gangguan metabolik serta penyakit kronis yang kini hadir secara offline, tidak hanya berbasis digital.
Di Sirka pasien mendapatkan berbagai kemudahan layanan seperti konsultasi tatap muka, home care dan pendampingan melalui aplikasi digital yang memudahkan pemantauan kesehatan pasien secara lebih mudah dan terintegrasi. Program layanan yang ditawarkan sangat personalisasi dan menyeluruh, sehingga tidak hanya mengatasi obesitas semata saja tetapi juga menyeluruh ke kondisi kesehatan yang lebih kompleks. Seperti yang kita ketahui obesitas selalu berkaitan dengan diabetes, hipertensi, dan jantung. Untuk itu Klinik Sirka hadir dengan dokter specialist penyakit dalam, ahli gizi klinis, dokter specialist jantung, apoteker hingga sport coach.
Siang itu saya dijadwalkan berjumpa dengan dr. Febrina untuk melakukan test GCU dan konsultasi dengan sport coach Annisa Husniah. Setelah mengisi form data diri, saya pun diantar ke lantai atas yang merupakan ruang assessment untuk cek tekanan darah dan test Glucose, Cholesterol, Uric Acid (GCU) atau lebih sering dikenal dengan sebutan test gula darah, kolesterol dan asam urat. Ya, saya memang didiagnosa diabetes sejak 2021 lalu. Selain karena memang ada keturunan dari keluarga ibu, gaya hidup saya yang minim olahraga tapi suka minum dan makan yang manis² membuat saya didiagnosa diabetes tipe 2 dan diharuskan mengkonsumsi obat sehari 3x.
![]() |
| Hasil test dan konsultasi |
Alhamdulillah nilai test untuk gula darah sewaktu dan kolesterol saya dalam kondisi normal, sementara asam urat agak sedikit diatas normal. Dr. Febrina pun bertanya lebih lanjut mengenai pola makan, istirahat dan pengobatan yang saya jalani. Beliau menjelaskan kalau di Klinik Sirka memang fokus pada obesitas dan penyakit yang menyertainya, seperti diabetes yang saya alami. Klinik Sirka menyediakan beberapa layanan salah satunya yaitu Program Penurunan Berat Badan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dengan pendampingan lifestyle dan obat (Elite Series) serta program pendampingan gaya hidup oleh nutrisionis (Program Lifestyle). Sirka pun saat ini sudah memiliki Lab Test Panel lengkap serta terapi pengontrolan gula darah (terapi HbA1c), sehingga perawatan untuk pasien diabetes dan pradiabetes dapat dilakukan secara holistik.
![]() |
| Salah satu layanan di Klinik Sirka |
Setelah konsultasi dengan dr. Febrina, saya pun bertemu dengan coach Annisa untuk membahas meal plan apa yang harus saya jalani dengan BB dan TB sekian agar BB saya ideal. Oiya saat booking online di Klinik Sirka, saya diminta mengisi kalkulator BMI (Body Mass Index) dan Kalkulator BMR (Basal Metabolic Rate). Keduanya untuk menghitung berat badan (BB) yang ideal dan menghitung jumlah kebutuhan kalori tubuh saya. Coach Annisa memberikan informasi mengenai apa saja yang bisa dan boleh saya konsumsi, sebaiknya kapan dikonsumsi dan takaran yang aman untuk saya konsumsi berapa saja. Coach Annisa juga menjelaskan bahwa diabetes ada hubungannya dengan berat badan berlebih.
Suka deh dengan penjelasannya Coach Annisa yang santai dan gak judgemental. Hahaha saya kapok soalnya ketemu sport coach yang malah ngatain BB saya dan gak terima masukan apapun. Coach Annisa justru asiik banget diajak diskusi soal meal plan. Beliau pun bersedia untuk dihubungi secara pribadi untuk tanya jawab dalam program yang kita ikuti.
Sirka berfokus pada pendekatan yang terjangkau, nyaman dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Sirka juga berupaya untuk terus memperluas layanan sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. Dengan berbagai program layanan yang juga hadir melalui aplikasi Sirka, diharapkan pasien dapat memastikan keberhasilan perubahan gaya hidup menjadi lebih baik. Pssttt…. nutrisionis di Sirka siap memberikan dukungan 24/7 agar pasien selalu terjaga pola makan serta aktivitas fisiknya loh. Oiya kalau mau konsultasi, silakan booking online dulu ya lewat website Sirka nanti diarahkan ke WA deh. Mudahkan….
Dari hasil kunjungan ke Klinik Sirka kemarin, banyak banget hal yang harus saya ubah dan perbaiki, terutama berkaitan dengan meal plan. Baik dr.Febrina maupun Coach Annisa menyakinkan saya, bahwa saya masih bisa hidup sehat dan normal kok asalkan saya mau mengatur pola makan, olahraga teratur, monitoring gula darah, minum obat dan yang utama untuk selalu konsultasi dengan dokter, ahli gizi atau sport coach untuk memantau kondisi dan menyesuaikan pengobatan. Sirka jadi solusi saya untuk bisa hidup normal dengan diabetes.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar